Sifat Takabur
Takabur berasal dari bahasa Arab yaitu “kabbara-yatakabbaru-takkaburan” yang
berarti merasa besar atau sombong. Secara istilah dalam ilmu akhlak, takabur
artinya merasa diri lebih baik seraya merendahkan orang lain. Takabur atau berbangga diri adalah sifat yang
sangat tercela dan dosa besar. Takabur biasanya berawal dari rasa ujub
(membanggakan diri). Orang yang ujub, lama kelamaan menjadi takabur. Orang yang
takabur tidak saja membanggakan diri atas kesuksesannya, tetapi ia
biasa merendahkan orang lain karena merasa dirinya yang paling sempurna.
biasa merendahkan orang lain karena merasa dirinya yang paling sempurna.
Allah swt. Berfirman dalam surah
an-nisa Ayat 36 sebagai berikut.
وَاعْبُدُوا
اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي
الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ
الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ
أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا (٣٦)
Artinya : “Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri.”
Secara umum
takabur dibagi 2, yaitu takabur Zhatiri dan takabur Batini. Takabur zhatiri adalah
takabur yang tampak dari amal perbuatan atau gerak-gerik. Takabur batini adalah
takabur yang tersembunyi di dalam hati. Takabur adalah perbuatan yang sangat di
benci oleh Allah dan menghalangi seseorang masuk surga. Berkaitan dengan sikap
takabur tersebut,
Perhatikan firman Allah swt.
إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ (٢٣)
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
Dan sabda Rasulullah saw. berikut.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدِ عَنِ النَّبِّيِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةِ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ
مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كَبْرٍ . رواه مسلم
Artinya: Dari badullah bin
Mas’ud, dari nabi saw., “tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada
seberat biji sawi kesombongan”. (H.R. muslim: 131)
Berdasarkan
ayat dan hadits tersebut, di jelaskan bahwa sikap takabur sangat terkutuk
disisi Allah. Takabur dapat menutup hati seseorang sehingga tidak mampu melihat
kebenaran, tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain, tidak menyadari bahwa segala keberhasilan
yang diperolehnya adalah karunia Allah, menganggap rendah orang lain. Hal itu disebabkan dirinya merasa lebih
pandai, besar, mulia, dan menganggap orang lain kecil dan hina.
Adapun tanda-tanda sikap takabur, antara lain:
- Suka memuji diri, membanggakan diri dan hartanya, ketampanan atau kecantikannya, juga ilmu dan kemampuannya;
- Merendahkan dan meremehkan orang lain, suka memalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain yang dikenalnya karena merasa lebih mulia;
- Merasa dirinya paling mulia, paling besar, paling mampu untuk bebuat sesuatu, sedangkan orang lain dianggap kecil, remeh, dan hina;
- Congkak dalam perbuatan dan tingkah laku;
- Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain.
Contoh Perilaku Takabur
Untuk
memberikan gambaran buruk akibat perilaku takabur, berikut dikemukakan beberpa
contoh mereka yang memiliki sikap takabur, seperti Qarun, dan Fir’aun.
1. Kisah seorang Qarun
Qarun adalah orang yang sangat kaya. Konon, menurut
cerita, gudang kunci untuk menyimpan kekayaannya tidak mampu dipikul oleh orang
memiliki tenaga kuat. Qarun merasa bahwa kekayaannya merupakan buah hasil
keringat dan kerja kerasnya sendiri, bukan karunia Allah. Apalagi, berkat
bantuan orang lain. Oleh karena itu, ia tidak pernah merasa perlu bersyukur
kepada Allah. Akhir cerita, dengan kesombongan itulah, Qarun mendapat azab dari
Allah. Qarun beserta seluruh harta kekayaannya terbenam di atas bumi.
Kisah Qarun diterangkan dalam Al-Qur’an
Surah al-Qasas Ayat 81.
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ
يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ (٨١)
Artinya : “Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak
ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan
Tiadalah ia Termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”
2. Kisah
Fir’aun
Fir’aun adalah gelar kehormatan bagi raja-raja Mesir
kuno. Fir’aun adalah salah seorang raja yang gagah berani. Ia sangat berkuasa
di negerinya. Kekuasaan yang mutlak padanya, menjadikan ia lupa diri. Fir’aun
mengaku dirinya tuhan. Ia memerintahkan kepada semua rakyatnya agar menyembah
kepadanya. Fir’aun juga tidak segan-segan membunuh setiap bayi yang lahir
laki-laki. Hal itu dilakukan karena khawatir kekuasaan dan kedudukannya akan
tergantikan oleh orang lain. Karena kesombongannya itulah, Allah memberikan
azab kepada Fir’aundan para pengikutnya, yakni ditenggelamkan ke dalam laut.
Allah berfirman di dalam surah
al_Baqarah Ayat 50.
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ
فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (٥٠)
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan
kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu
sendiri menyaksikan.”
Adapun contoh prilaku takabur atau sombong dalam kehidupan sehari-hari :
1.
Pangkat dan jabatan
Seseorang
yang merasa dirinyalah yang paling tinggi jabatannya. Ia bersikap zalim kepada
orang lain serta menganggap rendah bawahannya.
2.
Harta
Orang yang
merasa hartanya merupakan hasil jerih payahnya sendiri. Ia lupa bahwa semuanya
adalah pemberian Allah Swt. Sehingga ia kikir dan sombong serta mencela farkir
miskin.
3.
Ketampanan dan kecantikan
Orang yang
merasa dirinya tampan atau cantik dibandingkan dengan orang lain pasti lupa
bahwa kesempurnaan wajah atau fisik tidak bersifat kekal.
Akibat negatif sikap
takabur adalah sebagai berikut.
1. Sikap takabur akan merusak tali
silaturahmi dan tolong menolong di antara sesama.
2. Mendekatkan seseorang berbuat dosa
3. Menjauhkan diri dari kasih sayang
Allah Swt.
4. Di akhirat, ia akan terhalang masuk
surga.
Cara Menghindari Sifat Takabur
Sikap
takabur sangat berbahaya karena tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga
dapat berakibat buruk bagi orang lain. Sebagai umat Islam kita harus
menghindari sifat takabur. Cara menghindari sifat takabur antara lain :
1.
Mendekatkan diri kepada Allah Swt.
2.
Memahami dan menyadari tentang bahaya takabur, baik
bahayanya di dunia maupun bahaya di akhirat nanti.
3.
Menerima setiap nikmat maupun kelebihan yang dimiliki
semata-mata karena karunia Allah SWT.
4.
Memperbanyak Ibadah.
5.
Berusaha untuk dapat bergaul dengan siapa saja denga
baik, tanpa membeda-bedakannya.
6.
Menjauhi perbuatan sia-sia atau maksiat.
7.
Mencontoh kepribadian Rasulullah saw.
8.
Menyadari kekurangan diri.
9.
Segera mengikis benih-benih kesombongan di dalam hati
yang setiap saat dihembuskan oleh setan, dengan cara membaca istighfar manakala
kita menyadari telah berbuat sombong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar