Minggu, 19 Januari 2014

Sifat Takabur



Sifat Takabur
Takabur berasal dari bahasa Arab yaitu “kabbara-yatakabbaru-takkaburan” yang berarti merasa besar atau sombong. Secara istilah dalam ilmu akhlak, takabur artinya merasa diri lebih baik seraya merendahkan orang lain.  Takabur atau berbangga diri adalah sifat yang sangat tercela dan dosa besar. Takabur biasanya berawal dari rasa ujub (membanggakan diri). Orang yang ujub, lama kelamaan menjadi takabur. Orang yang takabur tidak saja membanggakan diri atas kesuksesannya, tetapi ia
biasa merendahkan orang lain karena merasa dirinya yang paling sempurna.
Allah swt. Berfirman dalam surah an-nisa Ayat 36 sebagai berikut.
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا (٣٦)
Artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
Secara umum takabur dibagi 2, yaitu takabur Zhatiri dan takabur Batini. Takabur zhatiri adalah takabur yang tampak dari amal perbuatan atau gerak-gerik. Takabur batini adalah takabur yang tersembunyi di dalam hati. Takabur adalah perbuatan yang sangat di benci oleh Allah dan menghalangi seseorang masuk surga. Berkaitan dengan sikap takabur tersebut,
Perhatikan firman Allah swt.
إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ (٢٣)
Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
Dan sabda Rasulullah saw. berikut.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدِ عَنِ النَّبِّيِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةِ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كَبْرٍ . رواه مسلم
Artinya: Dari badullah bin Mas’ud, dari nabi saw., “tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada seberat biji sawi kesombongan”. (H.R. muslim: 131)
Berdasarkan ayat dan hadits tersebut, di jelaskan bahwa sikap takabur sangat terkutuk disisi Allah. Takabur dapat menutup hati seseorang sehingga tidak mampu melihat kebenaran, tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain, tidak menyadari bahwa segala keberhasilan yang diperolehnya adalah karunia Allah, menganggap rendah orang lain.  Hal itu disebabkan dirinya merasa lebih pandai, besar, mulia, dan menganggap orang lain kecil dan hina.

Adapun tanda-tanda sikap takabur, antara lain:
  1. Suka memuji diri, membanggakan diri dan hartanya, ketampanan atau kecantikannya, juga ilmu dan kemampuannya;
  2. Merendahkan dan meremehkan orang lain, suka memalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain yang dikenalnya karena merasa lebih mulia;
  3. Merasa dirinya paling mulia, paling besar, paling mampu untuk bebuat sesuatu, sedangkan orang lain dianggap kecil, remeh, dan hina;
  4. Congkak dalam perbuatan dan tingkah laku;
  5. Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain.
Contoh Perilaku Takabur
Untuk memberikan gambaran buruk akibat perilaku takabur, berikut dikemukakan beberpa contoh mereka yang memiliki sikap takabur, seperti Qarun, dan Fir’aun.
1.  Kisah seorang Qarun
Qarun adalah orang yang sangat kaya. Konon, menurut cerita, gudang kunci untuk menyimpan kekayaannya tidak mampu dipikul oleh orang memiliki tenaga kuat. Qarun merasa bahwa kekayaannya merupakan buah hasil keringat dan kerja kerasnya sendiri, bukan karunia Allah. Apalagi, berkat bantuan orang lain. Oleh karena itu, ia tidak pernah merasa perlu bersyukur kepada Allah. Akhir cerita, dengan kesombongan itulah, Qarun mendapat azab dari Allah. Qarun beserta seluruh harta kekayaannya terbenam di atas bumi.
Kisah Qarun diterangkan dalam Al-Qur’an Surah al-Qasas Ayat 81.
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ (٨١)
Artinya : “Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan Tiadalah ia Termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”

2.  Kisah Fir’aun
Fir’aun adalah gelar kehormatan bagi raja-raja Mesir kuno. Fir’aun adalah salah seorang raja yang gagah berani. Ia sangat berkuasa di negerinya. Kekuasaan yang mutlak padanya, menjadikan ia lupa diri. Fir’aun mengaku dirinya tuhan. Ia memerintahkan kepada semua rakyatnya agar menyembah kepadanya. Fir’aun juga tidak segan-segan membunuh setiap bayi yang lahir laki-laki. Hal itu dilakukan karena khawatir kekuasaan dan kedudukannya akan tergantikan oleh orang lain. Karena kesombongannya itulah, Allah memberikan azab kepada Fir’aundan para pengikutnya, yakni ditenggelamkan ke dalam laut.

Allah berfirman di dalam surah al_Baqarah Ayat 50.
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (٥٠)
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”
Adapun contoh prilaku takabur atau sombong dalam kehidupan sehari-hari :
1.        Pangkat dan jabatan
Seseorang yang merasa dirinyalah yang paling tinggi jabatannya. Ia bersikap zalim kepada orang lain serta menganggap rendah bawahannya.
2.        Harta
Orang yang merasa hartanya merupakan hasil jerih payahnya sendiri. Ia lupa bahwa semuanya adalah pemberian Allah Swt. Sehingga ia kikir dan sombong serta mencela farkir miskin.
3.        Ketampanan dan kecantikan
Orang yang merasa dirinya tampan atau cantik dibandingkan dengan orang lain pasti lupa bahwa kesempurnaan wajah atau fisik tidak bersifat kekal.

Akibat negatif  sikap takabur adalah sebagai berikut.
1.    Sikap takabur akan merusak tali silaturahmi dan tolong menolong di antara sesama.
2.    Mendekatkan seseorang berbuat dosa
3.    Menjauhkan diri dari kasih sayang Allah Swt.
4.    Di akhirat, ia akan terhalang masuk surga.
Cara Menghindari Sifat Takabur
Sikap takabur sangat berbahaya karena tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat berakibat buruk bagi orang lain. Sebagai umat Islam kita harus menghindari sifat takabur. Cara menghindari sifat takabur antara lain :
1.    Mendekatkan diri kepada Allah Swt.
2.    Memahami dan menyadari tentang bahaya takabur, baik bahayanya di dunia maupun bahaya di akhirat nanti.
3.    Menerima setiap nikmat maupun kelebihan yang dimiliki semata-mata karena karunia Allah SWT.
4.    Memperbanyak Ibadah.
5.    Berusaha untuk dapat bergaul dengan siapa saja denga baik, tanpa membeda-bedakannya.
6.    Menjauhi perbuatan sia-sia atau maksiat.
7.    Mencontoh kepribadian Rasulullah saw.
8.    Menyadari kekurangan diri.
9.    Segera mengikis benih-benih kesombongan di dalam hati yang setiap saat dihembuskan oleh setan, dengan cara membaca istighfar manakala kita menyadari telah berbuat sombong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar